ASAD Siapkan AIS untuk Majukan Prestasi

Ada yang istimewa pada Rakernas Perguruan Persinas ASAD tahun 2016 ini. Terinspirasi dari tim tim olahraga Eropa yang menggunakan teknologi IT untuk menganalisa dan membangun kekuatan tim, Persinas ASAD juga akan segera membangun sistem IT yang disebut AIS (Asad Information System). Hal ini semakin dirasakan penting mengingat Persinas ASAD selain memiliki visi misi untuk internalnya sendiri, namun lebih jauh, Persinas ASAD menginginkan agar Pencak Silat sebagai salah satu aspek budaya asli bangsa Indonesia, tidak lagi dipandang sebelah mata.

Rapat Kerja Nasional Persinas ASAD tahun 2016 ini mengambil tema “Penerapan Teknologi untuk Peningkatan Kinerja Organisasi dalam Mencapai Prestasi” dengan waktu pelaksanaan selama Tiga hari dari 9 Agustus sampai 11 Agustus 2016. Dibuka secara resmi oleh sesepuh Pencak Silat Nasional, Mayjen TNI (Purn) Eddie Marzuki Nalapraya di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta. Pada pembukaan Rakernas ini, Persinas ASAD mengundang perwakilan beberapa Perguruan Pencak Silat semisal, Tapak Suci, Setia Hati Terate, KPS Nusantara, dan lain lain.

Mayjen TNI (Purn) Eddie Marzuki Nalapraya membuka Rakernas Persinas ASAD 2016

Dalam sambutannya, Eddie Marzuki Nalapraya bersyukur diundang dalam Rakernas Persinas ASAD, yang menurutnya Persinas ASAD akan menjelma menjadi salah satu ujung tombak budaya silat Indonesia.

“Persinas ASAD memenuhi empat aspek dalam pencak silat. Pertama aspek mental spiritual yang membangun akhlak seperti yang tercantum dalam Prasetya Silat Indonesia. Kedua adalah aspek beladiri dengan gerakan yang bertujuan mempertahankan diri. Ketiga adalah aspek seni budaya yang diwariskan nenek moyang. Keempat adalah aspek olahraga,” jelasnya.

Ketua Umum Persinas Asad Brigjen TNI (Purn) Ir. Agus Susarso dalam sambutannya menjelaskan bahwa Persinas akan terus meningkatkan kapasitas organisasi. Dari tahun ke tahun, landasan kinerja Persinas ASAD selalu bertapak pada apa yang telah dicapai. Kini perlu ada pencapaian baru.

“Kita berharap ada peningkatan organisasi yang bisa disumbangakan untuk kepentingan silat secara umum. Maka penerapan teknologi sangat penting dan menjadi pokok utama dalam pembahasan Rakernas saat ini,” sebut mantan dosen Lemhanas ini.

Agar pencapaian prestasi dan mental juara bisa diwariskan pada generasi penerus, maka teknologi harus dimanfaatkan seluas-luasnya. Dalam Rakernas itu, Persinas ASAD melakukan soft launching data center Persinas ASAD yaitu AIS (Asad Information System). Aplikasi ini akan akan memungkinkan potensi atlet Persinas ASAD di seluruh wilayah Indonesia dan Dunia dipetakan dan dimonitor dari waktu ke waktu.

Alasannya, atlet atlet berprestasi yang saat ini masuk kategori remaja kelak akan memasuki kategori dewasa. Aplikasi ini akan mempermudah monitoring dan evaluasi. Tidak hanya itu, mulai dari pertandingan, tindak lanjut pertandingan, hingga pelatihan atlet bisa dipantau dan dievaluasi.

“Misalkan dari kemampuan stamina dan teknik yang kurang, bisa kita monitor. Teknologi ini akan kita manfaatkan untuk menunjang prestasi atlit dan meningaktkan prestasi seluruh jajaran pencak silat Indonesia,” katanya menambahkan./**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *